Rabu, 14 Februari 2018

Model Pembelajaran khas sains


MODEL PEMBELAJARAN KHAS SAINS

Implementasi kurikulum 2013 sangat menonjolkan pendekatan saintifik dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Berikut ini beberapa model pembelajaran yang khas digunakan dalam pembelajaran sains  :
1.     Model discovery learning
Belajar diskoveri memberi penekanan pada keakifan siswa, berpusat pada siswa dimana siswa menemukan ide dan mendapatkan maknanya.
Belajar pemecahan masalah memberikan suatu struktur untuk diskoveri yang membantu internalisasi belajar dan mengarah kepada pemahaman yang lebih besar.
Learning by doing yaitu guru berperan sebagai pembimbing dan peserta didik menjadi problem solver. Peserta didik melakukan berbagai kegiatan: menghimpun informasi, membandingkan, mengategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. kegiatan berbentuk eksperimenà inductive learning.
Perbandingan Fokus: Discovery , Problem-based, Inquiry-based learning
Keuntungan menggunakan model discovery learning dalam pembelajaran adalah:
§  Membantu peserta didik memperbaiki dan meningkatkan keterampilan dan proses kognitif.
§  Pengetahuan yang diperoleh menjadi sangat pribadi dan melekat.
§  Menimbulkan rasa senang pada peserta didik, karena tumbuhnya rasa menyelidiki.
§  Metode ini memungkinkan peserta didik berkembang sesuai dengan kecepatannya sendiri.
§  Peserta didik mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
§  Siswa lebih percaya diri karena tingkat keterlibatan siswa dalam kegiatan sangat tinggi (high level engegement).
§  Siswa dan guru sama-sama berperan aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. Guru bahkan dapat bertindak sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi.
§  Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik;
§  Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar  yang baru;

2.     Model problem based learning

Problem Based Learning : model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik mendapat pengetahuan yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim.
Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan sistemik untuk memecahkan masalah/menghadapi tantangan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Problem based learning merupakan sebuah  model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam  pembelajaran ini, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world).
Pembelajaran ini menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk  mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah yang diberikan mendorong peserta didik memiliki rasa ingin tahu pada pembelajaran itu.
Strategi penerapan model Problem based learning adalah sebagai berikut:
1.     Permasalahan sebagai kajian.
2.     Permasalahan sebagai penjajakan pemahaman
3.     Permasalahan sebagai contoh
4.     Permasalahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses
5.     Permasalahan sebagai stimulus aktivitas autentik
6.     Keterampilan berpikir & keterampilan memecahkan masalah à untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
7.     Pemodelan peranan orang dewasa. Bentuk pembelajaran berbasis masalah menjembatani gap antara pembelajaran sekolah formal dengan aktivitas praksis yang dijumpai di luar sekolah.

Aktivitas-aktivitas mental di luar sekolah yang dapat dikembangkan : (a) mendorong kerjasama dalam menyelesaikan tugas; (b)  memiliki elemen-elemen magang. Hal ini mendorong peserta didik secara bertahap memiliki peran dari yang diamatinya; (c) melibatkan peserta didik dalam penyelidikan pilihan sendiri, shg dapat menjelaskan fenomena dunia nyata.
Belajar Pengarahan Sendiri (self directed learning).Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus dapat menentukan sendiri apa yang harus dipelajari, dan dari mana informasi harus diperoleh di bawah bimbingan guru.
Keuntungan menggunakan model Problem based learning dalam pembelajaran adalah:
a)    Akan terjadi pembelajaran  bermakna. Peserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan
b)    Peserta didik dapat mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.
c)     Model ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

3.     Model project based learning
Project Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan (proyek) yang menghasilkan suatu produk. Keterlibatan siswa mulai dari merencanakan, membuat rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan pelaksanaanya.
PBL menekankan pada proses pembelajaran jangka panjang, siswa terlibat secara langsung dengan berbagai isu dan persoalan kehidupan sehari-hari, belajar bagaimana memahami dan menyelesaikan persoalan nyata, bersifat interdisipliner, dan melibatkan siswa sebagai pelaku mulai dari merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil kegiatan (student centered).
Mendorong dan membiasakan siswa untuk menemukan sendiri (inquiry), malakukan penelitian/pengkajian, menerapkan keterampilan dalam merencanakan (planning skills), berfikir kritis (critical thinking), dan menyelesaikan masalah (problem-solving skills) dalam menuntaskan suatu kegiatan/proyek.
Mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap  tertentu ke dalam berbagai konteks (a variety of contexts) dalam menuntaskan kegiatan/proyek yang dikerjakan.
Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar menerapkan interpersonal skills dan berkolaborasi dalam suatu tim sebagaimana orang  bekerjasama dalam sebuah tim di lingkungan kerja/kehidupan nyata.   
Keuntungan menggunakan model Project Based Learning (PBL) dalam pembelajaran adalah:
a)       Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
b)      Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
c)       Meningkatkan kolaborasi, tanggung jawab, dan displin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan
d)      Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
e)       Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
f)        Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
g)       Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata.
h)      Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
  
DAFTAR PUSTAKA

Smarabawa, I. G. B. N., Arnyana, I. B., & Setiawan, I. G. A. N. (2013). Pengaruh model pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia

Irwandi. 2012. Pengaruh Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Biologi melalui Strategi Inkuiri dan Masyarakat Belajar pada Siswa dengan Kemampuan Awal Berbeda terhadap Hasil Belajar kognitif di SMA Negeri Kota Bengkulu. Jurnal Kependidikan Triadik, 12(1): 33-41.

Rachmadhani, P. H., & Muhardjito, D. H. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X-MIA 1 SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung. Jurnal Pendidikan Fisika1(3), 1-8.

Santoso, A. M. (2010). Konsep diri melalui pendidikan berbasis keunggulan lokal sebagai model pendidikan berkarakter dan berbudaya bangsa di era global. Kediri: Univ. Nusantara PGRI.

Berdasarkan uraian diatas yang ingin penulis tanyakan adalah :
1.      Model pembelajaran apa saja yang cocok untuk pembelajaran sains?
2.      Bagaimana cara memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran sains?
3.      Bagaimana cara meningkatkan learning by doing dan pembelajaran bermakna dalam pembelajaran sains?








14 komentar:

  1. Menanggapi soal no 2.
    Kita ketahui bahwa banyak sekali model model pembelajaran yang bisa di terapkan. Untuk memilih model pembelajaran yang tepat dalam sains, salah satunya yaitu kita harus menyesuaikan terlebih dahulu materi dengan modelnya. Agar pemilihan model tersebut bisa tepat, dan sesuai jika di terapkan.

    BalasHapus
  2. dari ketiga model yang telah dipaparkan diatas oleh penulis, ketiganya cocok digunakan dalam proses pembelajaran sains karna ketiganya merupakan model yg dugunakan dalam K13, seseuai yang dijabaerkan oleh pusjaknov kementrian pendidikan dan kebudayaan.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  3. Pada tulisan di atas disebutkan bahwa Belajar diskoveri memberi penekanan pada keaktifan siswa, berpusat pada siswa dimana siswa menemukan ide dan mendapatkan maknanya. bagaimana jika kita temukan beberapa siswa yang tidak aktif?

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum..
    Saya akan menanggapi pertanyaan sdri.Mardesta no.2 yaitu "Bagaimana cara memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran sains?"
    Menurut saya,guru harus pandai dalam mencocokkan model pembelajaran yang akan dipilih dengan materi pelajaran yang akan diajarkan, lalu guru harus menyesuaikan dengan potensi/keterampilan apa yang ingin dilihat dari siswa.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan yg no 2.
    Untuk memilih model pembelajaran kita sabagai guru harus bisa melihat situasi kelas n melihat model yang akan kita gunakan apakah cocok dan tepat dengan materi yang akan kita ajarkan.supaya pembelajaran dapat berlangsung efektif
    Terima kasih

    BalasHapus
  6. Menanggapi pertanyaan nomor 3. Bagaimana cara meningkatkan learning by doing dan pembelajaran bermakna dalam pembelajaran sains?
    Sebagai guru, yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan perangkat pembelajaran sebaik mungkin serta menggunakan media yang efektif sebagai sarana siswa melakukan simulasi,.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum wr wb
    saya akan menanggapi pertanyaan no 2 dalam memilih model pembelajaran sains akan menjadi tepat jika memperhatikan kondisi siswa, sifat materi/bahan ajar, fasilitas sarana dan prasarana, dan kondisi guru itu sendiri.Oleh karena itu, guru hendaknya menguasai dan dapat menerapkan berbagai model pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sangat beraneka ragam dalam lingkungan belajar yang merupakkan karakteristik sekolah sehingga sangat bervariasi.

    BalasHapus
  8. Terimakasih ulasannya.. Sangat padat mengenai beberapa model pembelajaran yang menurut penulis cocok utk pembelajaran sains.. Mencoba menanggapi dan saling berdiskusi tentang pertanyaan pertama,model apa saja yg cocok untuk pembelajaran sains. Saya pernah membaca buku dan berdiskusi mengenai model pembelajaran terpadu terutama untuk smp yg menggabungkan pembelajaran kimia fisika biologi dalam 1 PBM. Model2 tersebut ada 10 diantaranya ada connected,webbed,shared,dll.. Model ini mungkin cocok jika kita gunakan dalam belajar sains. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca buku robin fogarty yg berjudul how to integrate the curricula. Selain model2 yg sudah dijelaskan di atas, cooperative pun bs diterapkan dalam pembelajaran sains selama model tersebut cocok dengan materi, tersedia sarana dan dikuasai oleh guru.Terimakasih

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas postingan nya.
    jawaban untuk No. 2
    Cara memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran sains dapat kita sesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan kita ajarkan kepada siswa.

    BalasHapus
  10. Model pembelajaran apa saja yang cocok untuk pembelajaran sains?
    semua model pembelajaran cocok untuk pembelajaran sains tergantung bagaimana kita menghubungkan model pembelajaran dengan materi pembelajaran serta situasi dan kondisi belajar pada saat itu.

    BalasHapus
  11. terima kasih. menjawab nomor 2. Bagaimana cara memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran sains?
    1. lihat karakteristik siswa
    2. prasarana sekolah
    3. kurikulum yang digunakan
    menurut 3 hal tersebut cara memilih model yang baik dan benar

    BalasHapus
  12. menanggapi pertanyaan nomor 2 ibu, cara memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran sains adalah dengan melihat keterampilanm apa yang akan menjadi tujuan dari suatu KD pada materi dan kemampuan apa yang ingin dimunculkan guru pada proses pembelajaran, serta kesiapan siswa dengan model yang akan digunakan guru sehingga guru dapat memilih model mana yang lebih cocok untuk digunakan

    BalasHapus
  13. menanngapi pertanyaan ke 2, model pembelajaran sangat beragam, namus perlu kita sesuaikan dengan materi ajar, artinya kesesuaina sintaks model harus sesuai pula dengan materi, kemudian dukung model tersebut dengan strategi dan media pembelaharan seerta sumber belajar lain.

    BalasHapus
  14. menanggapi pertanyaan kedua
    Bagaimana cara memilih model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran sains?
    model pembelajaran sains harus disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. selain itu model pembelajaran yang tepat akan mudah diterapkan jika guru mengetahui sintak-sintaknya

    BalasHapus